Sabtu, 25 November 2017
Berita Terkini
Jantung Berdebar : Gejala Penyakit Jantung
Jantung Berdebar

Jantung Berdebar : Gejala Penyakit Jantung

Tanpa dirasakan, jantung Anda berdetak tiap saat. Namun ada kalanya Anda dapat merasakan jantung Anda berdebar kencang. Hati-hati, situasi yang sebenarnya tergolong normal ini kadang dapat menjadi gejala penyakit serius.

Jantung berdebar adalah sensasi ketika jantung Anda terasa berdegup sangat kencang. Pada situasi tertentu, jantung berdebar dapat menjadi tanda penyakit jantung. Namun secara umum kondisi ini tidaklah berbahaya dan hanya terjadi sesekali karena banyak penyebab.

Pemicu Jantung Berdebar

Jantung berdebar dapat diakibatkan oleh banyak faktor, mulai dari yang sederhana dan tidak disadari sebelumnya. Berikut beberapa hal tersebut:

Serangan kepanikan

Serangan panik membuat Anda merasakan jantung berdebar diiringi perasaan cemas yang hebat, stres, takut, mual, gemetar. Terkadang juga disertai keringat dingin.

Gaya hidup

Ketika Anda sedang merasa cemas, sedang berolahraga, dalam situasi terburu-buru, atau juga sangat gembira, hormon adrenalin akan terlepas dari tubuh dan membuat jantung berdebar. Kesukaan mengonsumsi makanan pedas, merokok, mengonsumsi minuman keras atau minuman berkafein juga dapat menyebabkan jantung berdebar.

Konsumsi obat-obatan

Kadang kala mengonsumsi obat-obatan tertentu dapat menyebabkan jantung berdebar. Contoh obat-obatan tersebut antara lain obat untuk asma dan untuk menangani gangguan tiroid. Dapat juga disebabkan obat batuk yang mengandung stimulan pseudoephedrine.

Perubahan hormon pada wanita

Perubahan kadar hormon pada masa kehamilan, menstruasi, serta menopausedapat menyebabkan jantung berdebar. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan hanya bersifat sementara.

Kondisi kesehatan

Kondisi-kondisi tubuh berikut dapat memicu jantung berdebar:

  • Anemia.
  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif.
  • Dehidrasi.
  • Kadar gula darah yang rendah.
  • Beberapa tipe tekanan darah rendah.
  • Demam.
  • Gangguan jantung, seperti aritmia atau gangguan ritme jantung.
  • Kadar elektrolit yang tidak normal.

Jantung berdebar yang tidak disebabkan oleh penyakit jantung berisiko kecil menyebabkan komplikasi. Namun jika kondisi ini diakibatkan gangguan jantung, maka jantung berdebar dapat menyebabkan komplikasi seperti pingsan secara tiba-tiba,stroke, atau bahkan gagal jantung.

Meredakan Jantung Berdebar

Pada umumnya jantung berdebar tidak memerlukan penanganan khusus karena hanya terjadi sesekali dan bersifat sementara. Namun Anda perlu berhati-hati jika kondisi ini sering terasa tanpa pemicu yang jelas atau jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung. Segera periksakan diri ke dokter jika kondisi ini diiringi pingsan, nyeri dada, sesak napas yang parah, atau pusing.

Saat memeriksakan diri, dokter akan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan detak jantung Anda. Untuk memeriksa lebih lanjut, dokter akan menerapkan beberapa tes berikut ini.

  • Elektrokardiogram (EKG): tes yang dilakukan dengan merekam sinyal elektrik yang membuat jantung Anda berdetak. Tujuannya untuk mendeteksi ketidakteraturan ritme jantung.
  • Ekokardiogram: ultrasound pada dada untuk melihat gambaran detail struktur dan fungsi jantung.

Hampir tidak ada obat-obatan khusus yang perlu diberikan untuk menangani jantung berdebar jika hal ini bukan karena penyakit. Namun dokter akan memberikan cara untuk menghindari hal-hal yang menjadi pemicu kondisi tersebut. Sementara itu jantung berdebar yang disebabkan penyakit tertentu seperti aritmia dapat ditangani secara lebih fokus pada cara untuk meringankan gejala.

Oleh karenanya jantung berdebar sebenarnya dapat ditangani secara mandiri. Berikut ini beberapa cara sederhana yang dapat diterapkan untuk menguranginya:

  • Menghindari faktor pemicu, seperti nikotin dalam rokok, minuman berkafein, minuman berenergi, atau obat-obatan yang dapat memicu gejala. Diskusikan dengan dokter jika obat yang Anda konsumsi menimbulkan jantung berdebar.
  • Meredakan kecemasan dan stres dengan metode relaksasi seperti yoga, meditasi, olah pernapasan, atau aromaterapi. Cara yang dapat bertahan dalam jangka panjang untuk menghindari jantung berdebar adalah menerapkan gaya hidup sehat dan sebisa mungkin menghindari stres berlebihan.
  • Hindari obat-obatan ilegal, seperti kokain yang berisiko memicu jantung berdebar.

Periksakan diri ke dokter jika frekuensi jantung berdebar dirasa sudah di luar batas normal, belum ditemukan penyebabnya, atau jika terdapat risiko mengidap penyakit jantung seperti obesitas dan kebiasaan merokok. Namun jantung berdebar yang tidak disebabkan penyakit jantung dapat reda dengan sendirinya dan tidak akan sering datang jika dibarengi dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan pola pikir yang lebih tenang.

(Roji)

1095 Total View | 1 View Hari ini

ISI KOMENTAR

Menu Utama
© 2017
YASKUM INDONESIA